Kisah 2

Binatang pun Tunduk kepadanya

Shilah bin Usyaim adalah seorang yang senantiasa zuhud, ahli ibadah dan menjadi panutan kaumnya. Ia seorang wali yang diberi keistimewaan oleh Allah, terutama dalam menembus dimensi yang selama itu tidak terjangkau logika biasa.
Kejadian-kejadian yang dialaminya memberikan pelajaran bahwa, kalau Allah SWT memberikan kelebihan kepada seseorang tidak ada yang bisa menghalangi.
Dikisahkan dari kitab Karamah, dalam suatu pertempuran kuda yang dikendarai Shilah bin Usyaim mati. Lalu dia berdo’a kepada Allah, “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan beban atas suatu makhluk terhadapku”.
Beberapa saat kemudian dengan izin Allah, kuda itu pun hidup lagi.
Ketika sampai dirumah, ia berkata kepada anaknya, “ Wahai anakku, ambillah pelana itu, karena kuda ini pinjaman dari Allah”.
Kemudian anaik itu mengambil pelana dari punggun kuda tersebut, dan setelah itu kuda itu mati.
Suatu haru, ketika sedang mengendarai kudanya melintasi Desa Ahwaz, Shilah merasa sangat lapar. Ia tidak menemukan seorangpun untuk diminta bantuan. Lalu ia berdo’a kepada Allah, memohon makanan.
Tiba-tiba Shilah mendengar suara benda jatuh dibelakangnya. Ia menoleh ke belakang. Ia menemukan sesuatu yang terbungkus sapu tangan putih. Lalu Shilah turun dari kudanya untuk mengambil sapu tangan itu, yang ternyata isinya adalah kurma, padahal saat itu musim kurma belum itba. Kemudian ia ambil kurma itu dan ia santap hingga kenyang.
Ketika malam telah tiba, Shilah singgah dirumah milik seorang pendeta, lalu ia ceritakan apa yang ia alami. Pendeta itu minta diberi kurma tersebut dan Shilah memberikan kepadanya.
Setelah itu terbang didepan mereka sekelompok tawon yang membawa beban yang berat. “Mereka itulah yang telah memberimu kurma yang telah engkau berikan kepadaku”, kata pendeta itu.

Carilah Rizqi di Tempat lain.
Pada suatu malam dikota Kabil, Irak, Ja’far bin Zaid, yang ingin mengetahui rahasia kelebihan Shilah bin Usyaim, mengikuti gerak-gerik wali itu.
“Ketika orang-orang tertidur pulas, Shilah masuk ke hutan yang tak jauh dari kota. Aku ikuti dari belakang. Ternyata dia berwudhu’ dan kemudian shalat.
Lalu datang seekor singa mendekati Shilah. Aku langsung memanjat ke atas pohon. Dan alangkah menakjubkan. Ia menganggap singa itu seperti seekor tikus. Dengan khusyu’ Shilah tetap mengerjakan shalat.
Saat sujud, aku berpikir tamat sudah riwayatnya, singa itu pasti menerkamnya. Tapi ajaib, tidak terjadi apa-apa. Binatang itu malah duduk disamping Shilah hingga ia mengakhiri shalatnya. Lalu Shilah berkata, ‘ Wahai singa, carilah rizqi ditempat lain.’. Setelah itu sang singapun berlalu. Dan ketika sampai dibalik bukit, binatang buas itu mengaum tiga kali.”
Dalam suatu peperangan, keledai Shilah membawa barang-barangnya. Shilah melaksanakan shalat. Seusai shalat, ia diberi tahu bawah orang-orang telah berangkat berperang, termasuk keledainya.
Kemudian Shilah berdo’a’ “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, kembalikanlah keledaiku bersama barang-barangnya.”
Dengan izin Allah, keledai itu pun kembali dengan barang-barangnya. Subhanallah!
Shilah bin Usyaim wafat pada tahun 62 H. (Bill*AM)

Sumber Majalah Alkisah No.09 Tahun 2008

%d blogger menyukai ini: