Istilah Politik Islam

Islam tidak alergi dengan perkembangan zaman. Islam juga berperan dalam percaturan politik. Karena itu, kemudian bermuncullah peristilahanpolitik Islam, yang patut menjadi tambahan wawasan bagi para pembaca.

Ahlul halli wal ‘aqdi

Sekumpulan sahabat utama (kibar shahabah) Rasulullah SAW yang senantiasa diajak dan diminta musyawarah dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan mashlahah umat. Belakangan, isitilah ini menjadi istilah formal bagi badan atau lembaga semacam parlemen dimasa kekuasaan Islam abad pertama Hijriyah hingga abad ke-10 H di Timur Tengah.

‘Ashr duwayat

Fase kerajaan-kerajaan kecil yang muncul pasca kemunduran Bani Abbasiyah pada tahun 900 H. Bani Abbasiyah terpecah dalam berbagai kekuasaan kecil (duwaylat) berdasar kelompok tentara, suku, dan madzhab agama, seperti Bani Aghlab, Bani Ahmar, dan Bani Fathimiyah.

‘Ashabiyyah

Berasal dari kata ‘ashaba (elipat, mengikat, memintal). Secara istilah bermakna solidaritas kelompok atau fanatisme golongan. Sebuah istilah sumbangan Ibnu Khaldun bagi ilmu politik yang mengamati aspek sosial yang ada dalam watak manusia. Manusia pada dasarnya membentuk kelompok berdasarkan ikatan darah, keturunan, tempat tinggal yang berdekatan, kesukuan, profesi dan sebagainya.

Bai’at

Dari segi kata, bermakna transaksi penjualan, ikrar kesetiaan. Sedangkan secara istilah ialah sumpah serta kepada pemimpin Islam untuk memperkukuh tekad dan keyakinan akan kebenaran perjuangan menegakkan Islam dan membela kaum muslimin serta mengukuhkan persatuan dan persaudaraan Islam. Pada hakikatnya bai’at ini merupakan janji setia kepada Allah Ta’ala.

Dalam sejarah Islam terkenal istilah Bai’at al-Aqabah, yakni janji setia yang diikrarkan di hadapan Nabi SAW oleh 12 orang laki-laki dan satu orang perempuan secara rahasia di Bukit Aqabah Mina pada musim haji di tahun 12 H. Pada tahun berikutnya giliran 73 laki-laki dan dua orang perempuan menyatakan ikrar yang sama di bukit yang sama. Isi bai’at itu sendiri ialah janji setia membela Islam dan mengamalkan ajaran Islam.

Bughat

Dari segi kata, bermakna mencari atau menyimpang. Sedangkan secara istilah ialah golongan yang menyeleweng, berkhianat, dan memberontak kepada pemerintah yang sah. Seperti pemberontakan Khawarij di masa Khalifah Ali bin Abi Thalib RA dan pemberontakan Zarij di masa Bani Abbasiyah.

Darul Islam

Pemerintahan Islam. Sebutan bagi sebuah pemerintahan yang berbasiskan pada ajaran Islam secara menyeluruh. Baik dari sisi pemerintahan, hukum dan perundang-undangan, maupun tat sosial dan kemasyarakatan lainnya. Pemerintahan yang dijalankan Rasulullah di Madinah dianggap sebagai model Darul Islam yang terbaik sepanjang masa.

Darul Harb

Negeri atau kampung orang kafir yang dilanda peperangan akibat permusuhan orang kafir terhadap pemerintahan Islam. Negeri atau kampung mereka itu semula dibawah pemerintahan Islam yang menjamin hak-hak mereka (ahludz dzimmah).

Darus Shulh

Daerah atau wilayah yang damai. Secara istilah ialah negeri atau wilayah yang berpenduduk dan berpemerintahan bukan Islam tetapi telah mengadakan perjanjian damai dan persahabatan dengan negara Islam. Mereka tidak boleh diperangi atau dimusuhi, bahkan mereka harus diperlakukan sebagai sahabat karib. Dalam catatan sejarah, Rasulullah SAW pernah menandatangani Perjanjian Hudaibiyah dengan kaum kafir Quraisy di Makkah atau perjanjian damai Bani Abbasiyyah dengan kaum kafir Najran.

Dustur dauli

Undang-undang negara. Sinonimnya qanun dauli. Istilah ini lekat dalam pranata hukum Islam di Abad Pertengahan untuk menyebut UUD Negara.

Ghazwul fikri

Pertarungan pemikiran antara kekuatan-kekuatan pemikiran nin-Islam dengan Islam. Pemikiran tersebut sekitar HAM, pluralisme agama, dan sekularisasi. Wacana-wacana semacam itu sengaja diembuskan pihak Barat (Kristen) untuk menjatuhkan doktrin pemikiran Islam. (AB*AM)

Sumber ALKISAH no.18/25 Agustus 2008

%d blogger menyukai ini: