Cari Pemondokan Dulu, Baru Susun Besaran BPIH

Madinah, 21/12 (MCH) – Jemaah haji Indonesia meminta pemerintah dan DPR untuk mengutamakan masalah pencarian pemondokan yang dekat Masjidil Haram dan Mesjid Nabawi, dibanding penyusunan besaran Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH).

“Jangan bahas BPIH lebih dulu, tapi utamakan cari harga sewa pemondokan yang dekat Masjidilharam dan Mesjid Nabawi, lalu sesuaikan dengan BPIH,” kata jemaah haji Riau, HM Saman S.Sos MSi, di Madinah, Minggu.

Jemaah yang kini menjabat Kepala Bidang (Kabid) Haji Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Agama (Depag) Provinsi Riau itu mengaku permintaan itu merupakan keinginan jemaah asal Sumatera, termasuk Riau.

“Saya berusaha menenangkan teman-teman jemaah agar tidak protes ramai-ramai, karena itu saya minta mereka bertemu,” kata jemaah yang tinggal di Aziziyah Janubiyah yang berjarak 3-4 kilometer dari Masjidilharam itu.

Mantan Kasubag Humas Kanwil Depag Riau itu mengatakan para jemaah haji Indonesia umumnya mau membayar BPIH sesuai dengan tarif sewa pemondokan, kendati mahal.

“Mereka sanggup membayar BPIH berapa pun, apakah 2000 riyal atau 6000 riyal sekalipun, asalkan dekat Masjidilharam atau Mesjid Nabawi, karena mereka datang ke Tanah Suci untuk beribadah,” katanya.

Bahkan, katanya, para jemaah haji Indonesia itu merasa tersinggung dengan jemaah dari India dan negara-negara lain yang ternyata mendapatkan pemondokan hanya berjarak ratusan meter dari Masjidilharam.

“Saya sudah dua kali ke Tanah Suci, saya sendiri menangis melihat pemondokan saya yang dulu di Syif Amir. Masak, kita kalah sama jemaah India,” katanya, didampingi sejumlah jemaah haji asal Riau.

Oleh karena itu, katanya, pihaknya berharap pemerintah dan kalangan DPR tidak membatasi BPIH, tapi mengabaikan kepentingan jemaah yang ingin pemondokan di dekat Masjidilharam dan Mesjid Nabawi.

“Jemaah haji Indonesia itu mudah diberitahu tentang BPIH yang mahal, asalkan diberitahu tentang tarif sewa pemondokan secara transparan, karena itu saya berharap pemondokan yang jauh tak terulang,” katanya.(Edy M Yakub)

sumber : haji.depag.go.id

%d blogger menyukai ini: