Indonesia Miliki Rumah Sakit Haji di Mekkah Mulai 2009

Mina, 9/12 (MCH)–Indonesia akan segera memiliki Rumah Sakit (RS) Haji di Mekkah mulai 2009, mengingat lokasi yang akan disewa sudah ditemukan di kawasan Aziziyah, Mekkah Almukarromah.

“Kami mendukung sepenuhnya, karena nantinya akan dapat dimanfaatkan jemaah haji pada setiap musim haji, tapi bila tidak musim haji akan dapat dimanfaatkan para TKI atau mukimin,” kata Ketua Komisi VIII DPR RI Hasrul Azwar di Mina, Mekkah, Selasa. Bahkan, kata politisi PPP itu, lokasi yang akan disewa Departemen Kesehatan (Depkes) itu sudah ditemukan di kawasan Aziziyah, Mekkah. “Nanti akan kita sewa untuk lima tahun, tapi tahun ini sudah dipersiapkan dan tahun 2009 akan dapat dipakai,” katanya.

Selain itu, katanya, anggota Komisi VIII DPR RI juga akan merekomendasikan beberapa usulan dalam rapat dengan Menteri Kesehatan tentang upaya mengantisipasi makin banyaknya jemaah haji yang sakit dan meninggal dunia.

“Kalau negara lain seperti Turki melakukan pembatasan usia, maka kita mungkin tidak bisa, tapi kami akan merekomendasikan beberapa kriteria, misalnya jemaah yang menjalani cuci darah, pakai kursi roda, atau yang lain mungkin dilarang,” katanya.

Namun, katanya, pemeriksaan kesehatan di tingkat terakhir di Tanah Air juga perlu diperketat agar jemaah yang mengalami resiko tinggi (risti) dan hamil tidak dapat lolos untuk menunaikan ibadah haji.

Hal senada juga didukung Menteri Agama (Menag) DR (Hc) Muhammad Maftuh Basyuni. “Saya akan minta Menkes untuk mengkaji jemaah haji dengan kondisi kesehatan yang kurang memungkinkan seperti menggunakan kursi roda, dan memiliki resiko tinggi,” katanya.

Namun, katanya, pembatasan usia jemaah haji hingga 60 tahun seperti di Turki, Qatar, dan negara lain tampaknya tidak mungkin diterapkan di Indonesia. “Tapi, perlu ada langkah-langkah untuk mengantisipasi banyaknya jemaah sakit dan meninggal dunia,” katanya.

Sejak prosesi Wukuf, mabit, lempar jumroh, hingga tawaf Ifadhah tercatat hampir lima menit sekali terdapat jemaah haji yang dibawa ke rumah sakit darurat karena sakit dengan mayoritas akibat kelelahan.

Tercatat, sudah 70 orang lebih jemaah haji Indonesia dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) di Mina, sedang jumlah jemaah meninggal dunia pada prosesi Armina sampai pukul 21.00 WAS sudah mencapai 34 orang yang disebabkan berbagai penyakit, sehingga total jemaah meninggal dunia sudah mencapai 141 orang. (Edy M Yakub)

 Sumber : haji.depag.go.id

%d blogger menyukai ini: