Depag Akan Tinjau Persyaratan Haji Risti dan Manula

 Mekkah 9/12(MCH)–Menteri agama Muhammad Maftuh Basyuni, akan mengkaji usia persyaratan haji tahun depan bersama dengan Departemen terkait. Hal ini dilakukan terkait dengan banyaknya jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji. Berdasarkan pemantauan Departemen Agama, selama beberapa tahun terakhir masih ditemukan jemaah haji berangkat dalam kondisi kesehatan yang kurang memungkinkan seperti menggunakan kursi roda, dan memiliki resiko tinggi. Hal tersebut dikatakan Menteri Agama disela-sela meninjau proses pelaksanaan ibadah haji di Mina, Arab Saudi, Senin (8/120 malam waktu Saudi. Dikatakan berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, departemen Agama dari korban meninggal dunia sebagian besar berusia lanjut serta mempunyai penyakit bawaan.

Di Qatar dan beberapa negara lain, usia jemaah haji dibatasi maxsimal 60 tahun, sehingga departemen agama akan mengkaji kemungkinan tersebut bisa diterapkan di Indonesia. Ibadah haji menurut menteri bukan saja ibadah agama, namun juga merupakan ibadah fisil sehingga diperlukan fisik yang prima. “Kalau jemaah harus cuci darah secara rutin mesti harus diberangkatkan,” ujar Menteri agama .

Sejak prosesi Wukuf saptu malam hingga prosesi Mabit, lempar Jumroh dan towaf serta Sai, jemaah haji Indonesia mulai berguguran. Berdasarkan laporan wakil kadaker Madinah yang bertanggung atas klinik kesehatan di Mina, dokter Barnawi spesialis paru jumlah jemaah yang dirawat pada Senin malam meningkat drastis.

Hampir 5 menit sekali terdapat jemaah haji yang dibawa ke rumah sakit darurat karena sakit. Tercatat sudah 70 orang lebih jemaah haji Indonesia dirawat di Rumah sakit ini. Sementara jumlah korban meninggal dunia pada prosesi Armina sampai dengan pukul 21.00 waktu Arab Saudi sudah mencapai 34 orang. Secara keseluruhan jumlah korban meninggal dunia sudah mencapai 141 orang.(Biantoro RRI).

sumber : haji.depag.go.id

%d blogger menyukai ini: