30 Jemaah Wafat Usai Wukuf

 

 Jakarta (MCH). Usai wukuf di Arafah –yang merupakan puncak haji– tercatat 30 orang jemaah wafat. Dengan demikian hingga saat ini tercatat 141 jemaah haji yang wafat di Arab Ssaudi.

Menurut seorang dokter anggota Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), penyebab wafat adalah penyakit jantung dan penyakit bawaan dari tanah air yang kambuh akibat perjalanan berat di Armina.

Menanggapi meningkatnya jamah haji yang meninggal setelah Arafah, Menteri Agama Maftuh Basyuni berjanji akan mengevaluasi lagi sistem pengiriman jemaah haji Indonesia yang sudah tidak sehat. Hal ini dimaksudkan untuk menjadikan jemaah haji Indonesia yang dikirim ke tanah suci benar-benar dapat melaksanakan ibadahnya secara maksimal.

“Saya kira sejak dari awal kita harus selektif menentukan jemaah. Tahun depan saya akan beranikan diri untuk mengatakan calon jemaah yang begini (sakit tertentu) tidak boleh. Tidak seperti sekarang yang sejak dari Jakarta sudah pakai kursi roda bahkan ada yang dibawa ambulan,” kata Maftuh pada MCH di Mina, Senin, 8 Desember kemarin.

Memnng, menurut Maftuh, tidak akan ada pembatasan umur untuk berhaji. “Hanya saja kriteria kesehatan harus dibuat secara tegas mengenai siapa saja yang boleh berangkat dan tidak. Qatar membatasai umur 60 tahun tidak boleh haji. Saya, tidak. Saya umur 60 tahun lebih masih sehat kok. Hanya saja perlu ada kriteria yang tegas. Orang yang sakit itu kan sudah tergolong tidak mampu berhaji,” kata Maftuh. “Kebetulan itu wewenang tim kesehatan.” (*)

 

sumber : informasihaji.com

%d blogger menyukai ini: