Persamaan Kalender Disambut Baik

 Jakarta (MCH). Persamaan kalender pada Idul Adha antara Indonesiaa dan Arab Saudi disambut gembira. Hal ini tergambar dalam Sidang Itsbat Zulhijjah 129 ijriyah yang dipimpin Dirjen Bimas Islam Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA, Kamis, 4 Desember, di Departamen Agama RI.

Persamaan kalender bulan Zulhijjah ini setidaknya menepis sejumlah perbedaan yang terkait dengan ibadah. Menurut Nasauddin, hari wukuf di Arafah akan jatuh hari Ahad 7 Desember dan Idul Adha jatuh hari Senin 8 Desember. Hal ini sesuai dengan hasil perhitungan Badan Hisab dan Rukyat Departemen Agama serta kenyataan rukyat yang gagal dilihat di 27 daerah.

Menurut sidang tersebut, ijtimak (konjungsi) tejadi hari Kamis, 27 November lalu bertepatan dengan malam Jumat, 30 Zulkaidah, pukul 23.55 WIB. Di Arab Saudi sekali pun hilal tak mngkin bisa dirukyat karena posisi hilal yang masih 4 derajat di bawah ufuk dan konjungsi terjadi setelah jauh matahari terbenam.

Karena itu, kesamaan kalender ini disambut baik dan gembira. “Kami sangat menyambut baik kesamaan kalender ini. Sebab, pada tahun lalu, kalender Arab Saudi tidak sama, maju sehari dbanding kita. Dan bulan Zulhijah di Arab Saudi berlangsung 31 hari,” kata seorang peserta dari Persatuan Islam (Persis).

Bahkan, menurutnya, di kalangan Perss muncul kerahuan, “Apakah sah haji mereka itu karena wukuf pada waktu ang tidak pas. Ibarat salat Jumat yang dilaksanakan pada hari Kamis,” kata peserta tersebut.

Arab Saudi memang mendasari awal bulannya dengan hanya rukya dan menganggap hisab sebagai bid’ah yang ditolak. Syaikh Abdul Muhsin Al-Ubaikan, ulama besar Arab Saudi dan anggota Lembaga Fatwa Kerajaan menganggap hanya rukyat sebagai satu-satunya metoda yang diterima untuk penentuan ibadah.

Namun, sejumlah kalangan ahli hisab muda Arab Saudi mencoba membuat terobosan untuk menyatukan hisab dn rukyat. Sebab, seringkali hasil rukyat yang tidak sesuai dengan ilmu hisab. Mereka mencoba melangkah antara lain dengan mengukuhkan dan mempopulerkan Kalender Ummul Qura Mekah sebagai kalender standar di Saudi yang sepenuhnya berdasarkan hitungan hisab (astronomi). (Musthafa Helmy)

sumber : informasihaji.com

%d blogger menyukai ini: