DPR Desak Pemondokan Haji 2009 Dekat Masjidilharam

Mekkah, 2/12 (MCH) — Sejumlah anggota Komisi VIII DPR RI mendesak pemerintah agar merealisasikan pemondohan haji 2009 di Mekkah yang jaraknya dekat dengan Masjidilharam atau paling jauh hanya tiga kilometer.

“Pemerintah bisa menggunakan DAU (Dana Abadi Umat), APBN, dan optimalisasi bunga dari uang setoran Rp20 juta per-jemaah yang mendaftar naik haji,” kata anggota Komisi VIII DPR RI KH Moh Hasib Wahab di sektor 6, Syauqiyah, Mekkah, Selasa.

Anggota F-PDIP DPR RI itu mengemukakan hal itu didampingi beberapa anggota Komisi VIII DPR RI saat meninjau pemondokan di sektor 6 dan 7 yang berjarak 8-10 kilometer dari Masjidilharam.

Didampingi rekannya seperti Choirul Sholeh Rasyid SE (FKB), Drs H Sjachrir Sjarifuddin Daeng Jarung (FPG), dan Abdullah Azwar Anas (FKB) itu, ia mengatakan pemerintah harus segera menyewa pemondokan terdekat dengan DAU, APBN, atau setoran awal BPIH.

“Menag memang mengatakan tidak mau menggunakan DAU, tapi hal itu dapat digunakan demi jemaah. Bisa juga dengan dana APBN atau optimalisasi setoran awal BPIH sebesar Rp20 juta. Itu sudah mencapai triliunan,” katanya.

Menurut dia, pemondokan yang jauh dari Masjidilharam justru merugikan jemaah dalam tiga hal yakni ibadah di Masjidilharam yang terhambat, banyak jemaah yang tersesat (kesasar), dan tidak adanya makanan ala Indonesia di dekat pemondokan yang jauh.

“Jemaah itu tidak akan keberatan dengan BPIH dinaikkan atau lebih mahal secara teknis, tapi mereka mendapatkan pemondokan yang paling jauh di sekitar Misfalah (supermarket yang berjarak tiga kilometer dari Masjidilharam),” katanya.

Senada dengan itu, anggota Komisi VIII DPR RI lainnya Choirul Sholeh Rasyid SE mengaku pihaknya sangat prihatin dengan jauhnya jarak pemondokan dari Masjidilharam, karena itu masalah pemondokan harus dievaluasi.

“Masalahnya bukan hanya transportasi, tapi jemaah haji Indonesia itu datang ke Mekkah untuk beribadah, bukan pindah tempat tidur. Kalau mereka ke Mekkah tapi jauh dari Masjidilharam, lalu apa artinya,” katanya.***

 

sumber : Haji.depag.go.id

%d blogger menyukai ini: